Media Sosial Garda Terdepan Literasi Digital
Mengawali kalender kerja tahun 2026, jajaran Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Jember membuktikan loyalitas dan kecepatan respon dalam mengawal kebijakan nasional. Di bawah koordinasi Akhmad Fourzan Arif Hadi Prabowo (Itong) selaku PIC Media Sosial dan Informasi Kabupaten Jember, 100 personel TPP Jember secara masif mengamplifikasi strategi program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT).

Langkah ini diawali pada 2 Januari 2026 , di mana seluruh TPP Jember melalui berbagai kanal seperti Twitter, Facebook, Instagram, dan TikTok, bergerak serentak mengabarkan realisasi pembangunan rumah perumahan di Aceh Tamiang yang disiarkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dengan tagar #NegaraHadir, aksi digital ini menjadi bukti nyata bahwa pendamping desa adalah penyambung lidah kebijakan pusat hingga ke pelosok daerah.
Memasuki pekan kedua, tepatnya pada 8 Januari 2026, energi para pendamping dialihkan untuk menyongsong Hari Desa Nasional. Mengusung tema “Bangun Desa Bangun Indonesia”, TPP Kabupaten Jember memperkuat narasi bahwa desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama dalam peta kemajuan nasional.
Puncak dari rangkaian penugasan ini terjadi pada hari ini, Senin, 12 Januari 2026. Menjelang perayaan puncak Hari Desa Nasional, porsi publikasi digital ditingkatkan hingga 60% dari seluruh rangkaian kegiatan. Fokus utamanya adalah narasi: "Hari Desa Wujudkan Desa Menjadi Garda Terdepan Indonesia".
Berdasarkan data "Progres & Pengendalian Tugas Medsos Jatim" per pukul 19:34 WIB, Kabupaten Jember mencatatkan kinerja dengan masuk dalam jajaran 10 besar (Peringkat 10) di Jawa Timur. Dari total 100 TPP, sebanyak 96 orang atau 96% telah menyelesaikannya dengan sempurna.
Miftahul Munir, selaku PIC Media Sosial Provinsi Jawa Timur, memberikan apresiasinya terhadap konsistensi ini. “Digitalisasi informasi di tingkat desa bukan lagi sekedar pilihan, melainkan keharusan. Apa yang dilakukan TPP Jember melalui koordinasi Pak Itong menunjukkan bahwa Pendamping Desa di Jawa Timur siap menjadi jembatan informasi yang akurat dan masif bagi masyarakat,” ungkap Pak Miftah saat dikonfirmasi mengenai kemajuan tersebut.
Namun, pencapaian 96% ini juga disertai catatan realita di lapangan. Pak Itong menjelaskan bahwa 4 orang yang belum melakukan absensi bukan tanpa alasan. Tiga orang Pendamping Desa (PD) dinyatakan tidak mengisi medsos yang absen karena dianggap gagal menjadi TPP karena jarak domisili mereka di Banyuwangi dianggap terlalu jauh dari lokasi tugas di Jember. Sementara satu orang lainnya masih belum dapat dikonfirmasi penyebab tidak melakukan pengisian absen media sosial pada 12 Januari ini.
Menanggapi hal tersebut, Dodik Merdiawan, S.E, selaku Koordinator TPP Kabupaten Jember, memberikan penegasan mengenai pentingnya wewenang dalam bertugas. "Tugas media sosial adalah cerminan kinerja kita di lapangan. Saya mengapresiasi kerja keras rekan-rekan TPP yang tetap solid meski ada dinamika personel. Kita harus memastikan bahwa setiap pencapaian pembangunan di desa-desa Jember terdengar hingga ke tingkat nasional," tegas Dodik.
Secara akumulatif di tingkat Provinsi Jawa Timur, gerakan digital ini telah memproduksi ribuan konten: 2.187 di Twitter, 2.158 di Facebook, 1.887 di Instagram, dan 1.825 di TikTok. Data ini menunjukkan bahwa sinergi antara kebijakan kementerian dengan aksi nyata para pendamping di lapangan sangatlah kuat.
Sebagai penutup, Pak Itong menegaskan bahwa kerja-kerja digital ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Baginya, setiap postingan adalah bentuk pertanggungjawaban publik atas dedikasi TPP dalam mengawal visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera.
Penulis: Sang Ndhalung


Komentar
Posting Komentar